Tiga Dara Bukan Bencana

Sebagian besar orang mengira lebih menyukai anak laki-laki daripada perempuan. “anak laki-laki itu ahli waris, hebat, keren, dll” sedangkan “anak perempuan itu lemah, tidak membanggakan, dll”. Bahkan di zaman jahiliyah, seseorang yang memiliki anak perempuan harus dikubur hidup-hidup, karena tidak berguna. Jika di zaman ini masih banyak orang yang berfikiran seperti itu. Maka tidak jauh beda dengan zaman jahiliyah, zaman sebelum Rosulullah SAW dilahirkan.  Sungguh miris melihat, mendengar berbagai media sosial, ataupun berita mengenai anak yang dibunuh, dibuang di zaman yang modern namun kenyataannya miskin moral ini.
Allah berfirman dalam surah At Takwir ayat 8-9:

“Dan apabila anak-anak perempuan yang dikuburkan hidup-hidup itu ditanya (yakni pada hari kiamat) kerana dosa apakah dia dibunuh?”

Semoga kita dijauhkan dari sifat-sifat dzolim seperti diatas. Amin

Keistimewaan Mempunyai Anak Perempuan (Sumber :Abu Unaisah M Yusri)

Hadis Riwayat Imam Bukhari,

“Bahawasanya Aisyah isteri Nabi SAW berkata: Datang seorang perempuan bersama kedua anak perempuannya, lalu dia minta (sesuatu) kepadaku dan aku tidak mempunyai sesuatu apa pun juga selain dari sebiji kurma. Lalu aku berikan sebiji kurma itu kepadanya dan dia pun mengambilnya, kemudian dia membagi kurma tersebut di antara kedua anak perempuannya (satu kurma dibahagi dua) dan perempuan itu tidak memakan sedikit pun juga dari kurma tersebut. Kemudian dia keluar bersama kedua orang anak perempuannya. Lalu masuklah Nabi SAW menemuiku, kemudian aku ceritakan kejadian tersebut, maka bersabdalah Nabi SAW,

“Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak PEREMPUANNYA, lalu dia BERBUAT IHSAN (kebaikan) kepada mereka, niscaya mereka (anak-anak perempuan yang dididik dengan baik oleh orangtuanya) akan menjadi tabir baginya dari api neraka.”

Dari Anas Bin Malik RA. “Telah bersabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang mendidik kedua anak perempuannya sampai baligh niscaya dia akan datang pada hari kiamat, aku dan dia (yakni bersama-sama Nabi SAW ke dalam syurga).” (Anas berkata). “Dan beliau mengumpulkan jari-jarinya.”
(HR Imam Muslim)

Dalam hadis yang lain Riwayat Imam Ibnu Majah dan Bukhari serta Imam Ahmad dari Uqbah bin Amir,

“Telah bersabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang mempunyai tiga orang anak perempuan lalu dia bersabar atas mereka dan memberi makan dan minum dan pakaian kepada mereka dari hartanya, niscaya mereka (anak-anak perempuan tersebut) menjadi hijab baginya dari api neraka pada hari kiamat.”

Iklan

Allah menjawab gelisahku

Dalam malam aku bersimpuh
Berurai air mata, Berujung resah
Hamba lemah…sungguh hamba lemah dihadap-Mu
Tak ada tujuan untuk hamba berlari
Tak ada tempat untuk hamba bersembunyi
Hanya kepada-Mu hamba berlindung
Hanya kepada-Mu Wahai sang penyejuk jiwa
Sang Pengobat hati, Sang Penyembuh lara
Engkau jawab doaku malam ini
Dengan ayat-ayatmu
Surah An-naml Ayat 62 :

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).”

Tubuh hamba gemetar, air mata tak terbendung lagi
Ampuni hamba ya Rabb,.yang selalu meminta kepada-Mu
Memohon dan merengek kepada-Mu
Namun, hamba lupa akan kewajibanku
Untuk melaksanakan perintah-Mu..Untuk selalu mengingat-Mu..
Ampuni segala dosa hamba Ya Allah

Penat atau Bosan?

Penat atau Bosan…  Aku terkunci dalam ruang jeruji besi…   Terkekang tak mampu berdiri…   Bahkan berlaripun tak ada nyali…

Tak hentinya ocehan orang sana sini…  Ingin kubungkus saja kuping ini… Tuk menghalang celotehan berduri…  Tak tahukah mereka kalau kata-kata itu hanya obral janji…  Pandai bersilat lidah tak ada bukti…

Banyak yang bilang “cintai apa yang kamu lakukan, dan lakukan apa yang kamu cintai” dengan begitu segala pekerjaan terasa nyaman dan ringan…

Aku melakukan apa yang aku cintai… melihat wajah cerah anak-anak itu, aku bangga… melihat senyum ceria anak-anak itu, aku sungguh ria… mendengar curahan hati mereka, aku tersayat seduh… tapi yang mengganjal dalam pikiranku “aku terbebani”.. sungguh amanah ini aku tidak menginginkan…

Aku tidak mencintai apa yang aku lakukan… ya benar, karena beban ini… aku terkukung sendiri… Bukan penat, bukan pula bosan… Entah apakah itu… Hanya saja ingin kulepas pergi… mengejar cita dan mimpi yang belum kuraih…Tapi aku percaya akan keajaiban sang Illahi Robbi ^_^

 

~Monday, 18 April 2016~

Lilin – Lilin Kecil

Seperti lilin lilin kecil
Kalian memberikan cahaya mungil
Tak pantang panas, hingga menggigil
Tetap semangat walau kadang tak adil

Seperti lilin lilin kecil
Api kalian tak pernah padam
Tak pantang ombak, hingga karam
Tetap berdiri tegak, tanpa ada geram

Seperti lilin lilin kecil
Jauh merantau berbagi ilmu dan cerita
Kalian tunjukkan pada kami tentang asa dan cita
Kebanggaan hanya untuk ayah dan bunda

Seperti lilin lilin kecil
Jangan kau merasa hampa dan sengsara
Gelap bukan berarti buta
Sepercik cahaya mampu menghapus luka

Seperti lilin lilin kecil
Kata orang mungkin tidak berarti apa apa
Tapi bagi kami kalian luar biasa
Terus berkarya untuk bangsa dan agama

Seperti lilin lilin kecil
Kalian para siswi smp putri…

~sunday, 20 march 2016~

IPA versus Nahwu

Mata pelajaran sains seperti matematika, fisika, kimia sebagian besar siswa menghindari mapel tersebut. kalau di SMP kurikulum 2013 dikenal istilah IPA terpadu. hal yang lucu dan mengherankan di sekolah menengah pertama yang saya naungi, anak didik saya lebih mengernyitkan dahi mereka ketika mendengar kata “nahwu”, bahkan bibir mereka langsung menunjukkan angka delapan dalam bahasa arab.hehe.. sampai-sampai ada celetukan “untung tidak ada olimpiade nahwu ustadzah”.. mendengar itu saya tersenyum lebar.

Nahwu itu merupakan ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah bahasa arab. Ada juga istilah shorof. kedua ilmu inilah yang wajib dikuasai bagi anak didik saya supaya mahir berbahasa arab dan bisa membaca kitab. Kalo dalam bahasa inggris mungkin dikenal istilah Grammar, Tenses, Vocab, dll.  Meskipun dalam bahasa inggris terlihat sangat mudah, tapi dalam bahasa arab itu lebih rumit. Jadi wajar saja anak didik saya lebih menyukai IPA daripada Nahwu. atau mungkin tidak keduanya. hahaha…

Tetapi sesulit apapun nahwu itu,.mereka tetaplah anak didik saya yang hebat. Bangun pagi-pagi sholat qiyamul lail, berdzikir hingga sholat subuh berjama’ah dan wirid hingga mereka menimba ilmu dunia pukul 06.30, mereka menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, mereka belajar ilmu akhirat,  sungguh mereka luar biasa.

Dan seharusnya kita sebagai ustadzah, bisa memahami bagaimana anak didik kita harus belajar dengan beban yang begitu banyaknya. tidak perlu marah-marah bahkan membentak jika ada nilai anak-anak yang turun, mungkin saja bukan karena mereka tetapi kita sebagai ustadzah yang tidak bisa menyampaikan materi kita dengan baik.  Tidak perlu menggosipkan anak-anak yang bermasalah seperti terlambat, ramai, dsb. tetapi pendekatan itu jauh lebih baik daripada kita membicarakan keburukan anak didik kita.

“Mereka anak-anak saya yang jenius, jauh merantau demi menimba ilmu akhirat dan dunia, demi membanggakan kedua orang tua mereka. Saya yakin kalian BISA, karena kalian LUAR BIASA ^_^”

~Monday, 14 March 2016~

Allah is the greatest

Rasanya saya sudah lelah…yang paling mengherankan, orang-orang yang tidak tau apa-apa, menjadi sok tau. orang-orang yang tidak peduli, menjadi sok perhatian.  yang paling mengherankan, melihat orang yang jauh lebih mementingkan kesalahan/kekurangan orang lain dari pada kelebihannya. bersuara tanpa arah dan tujuan, entah itu benar atau dilebih-lebihkan. Tak ada tindakan nyata, hanya bualan belaka….

Rasanya saya sudah jenuh,..yang paling mengherankan, orang-orang berebut kejar pujian, tahta, kekayaan namun lupa dengan siapa yang menciptakan. yang paling mengherankan, orang-orang lebih memilih diam tanpa suara padahal mereka itu salah…

Rasanya saya bukanlah saya yang dahulu…tersenyum lepas tanpa rekayasa. raut wajah sumringah tanpa prasangka. berjalan dengan tegap tanpa goyah.. Saya yang sekarang terbebani, iya benar.  Tapi itu membuat saya lebih dewasa.  saya dewasa?? tidak juga. Justru saya rasa lebih kekanak-kanakan..hanya mengeluh, ngedumel, ngoomel. lantas mau apa? kalau ada CCTV mungkin saya sudah lambaikan tangan. Ah..tapi itu tindakan pengecut…

But Allah… You are the greatest. Engkau jauh lebih besar dari masalah saya. Sungguh tak pantas saya mengeluh. Padahal telah Engkau jelaskan dalam Surat Ar-Rahman dimana ayat itu terulangi sebanyak 31x “Lalu Nikmat Allah manalagi yang kamu dustakan”…. Sungguh saya keliru. hanya melihat dari sisi masalah itu, padahal nikmat yang kau berikan sungguh tak terhitung jumlahnya..  ا ستغفر ا لله ..

~Tuesday, 10 November 2015

Ustadzah itu…..

Sama halnya dengan seorang guru, ustadzah itu nama pengajar di pondok atau ma’had. nama ustadzah sebenarnya berat untuk saya. Karna mungkin ilmu agama saya masih belum sempurna . lebih tepatnya masih jauh dari kesempurnaan. Saya masih harus banyak belajar. Saya senang mengajar di sekolah ini “smp putri al azhar” .  anak didik saya yang sangat hebat… tidak hanya belajar matematika, ipa, ips, pkn, dan kawan-kawannya, tapi mereka juga belajar ilmu fiqih, nahwu, shorof, tauhid. Dan hebatnya lagi mereka hafal beberapa surat di al-qur’an, juz 30, juz 29, juz 1. Dan itu….saya sebagai ustadzah masih perlu banyak belajar juga dari mereka.

Sesekali saya memandang satu persatu anak didik saya, wajah polos itu masih bersih, tanpa kerutan, kelak mereka akan menjadi generasi penerus bangsa yang hebat, anti korup, mengutamakan iman dan islam. itu doa saya…  Meskipun saya perhatikan mereka lelah, penat, dan jenuh dengan hafalan yang berjibun-jibun.. mereka ingin berteriak..menghirup segarnya udara bebas.  Tapi mereka anak didik saya yang luar biasa,. Dan para ustadzah ini saya harap bisa melihat mereka. Tidak hanya mengajar, mengamalkan ilmu, tapi mampu mendidik, membina akhlaqul karimah. Tidak hanya memarahi mereka kalau berbuat salah tapi juga mampu memberikan contoh/tauladan yang baik buat mereka. Tidak hanya menyalahkan mereka karena tidak mengerjakan PR, tidak memakai atribut, ramai, tapi mampu menjadi tempat curhat mereka kenapa mereka bertindak seperti itu…

Ustadzah itu…tidak memandang anak didik mereka sebelah mata, tidak hanya peduli kepada siswi yang pandai, yang rajin, yang kaya, atau yang cantik. Tapi mampu mengubah siswi yang kurang pintar, yang malas, yang jorok menjadi siswi yang jauh lebih baik.

Ustadzah itu….harus adil. bukan berarti memberikan porsi sama kepada anak didiknya, namun mampu memberikan porsi yang sesuai dengan kebutuhan anak didiknya.

Ustadzah itu…sang motivator. bukan berarti menjatuhkan semangat dan mental siswi yang kurang pintar sebagai contoh. namun mampu memberikan semangat bahwa mereka (anak didik) pasti bisa dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Ustadzah itu…disiplin. Bukan hanya bertugas untuk mengajar, datang siang dan pulang pagi. karna  alasan ini dan itu. karna takut dipandang buruk sama atasan. tapi hadir tepat waktu, karena ustadzah itu..istiqomah dalam menjalankan amanah dan tanggung jawabnya. Melihat semangat anak didiknya berangkat pagi-pagi untuk belajar. Saya harap ustadah di sekolah ini bisa menjadi panutan disiplin bagi anak didiknya..

~Wednesday, 04 November 2015~